Jumat, 27 Juni 2014 | By: Unknown

Halalkan Cintaku Pada Waktunya



Halalkan Cintaku Pada Waktunya
Begitu indahnya insan yang diberikan pasangan yang halal, yang memang sudah diatur sedemikain rupa oleh ALLAH, bagaiman tidak, hal dmikian banyak diidam idamkan banyak insan, yang memang sudah menjadi kewajiban, bila waktunya tiba nanti. Namun mencitai dengan ketidak halalan, begitu indah dirasakan, bagi insan-insan yang begitu mengerti memaknai cinta, namun  itu tak seberapa dibanding dengan yang halal, tentang keindahanya. Mencintai dan dicintai begitu indahnya bila saling memahami, saling mengerti, dan saling menghormati,..hmm,.. aku merasa begitu indah mencintai dan dicintai orang yang benar-benar mengerti, bagaimana tidak, seakan-akan yang lupa dapat teringat kembali, cinta itu tak selalu identic dengan N-, aku mencintainya bukan karena itu, melainkan aku mengikuti syariat agama, untuk menjagnya dari orang lain yang semrawut fikiranya (N-), meskipun aku tidak tau Allah memberikan yang bener pas denegan yang diharapkan, menjadi seperti yang di atas tadi,.. mencintai dan dicintai tentunya memberikan Motivasi tersendiri bukan, seolah-olah kekuatan itu menjdi kekuatan, bagaimana bila seperti ini sudah di halalkan, tentunya mendapat motivasi yang luar biasa,.. pernah aku membaca sebuah kisah yang begitu memotivasi, mukin sebagian orang tau dan juga mungkin juga tak tau sama sekali. Kisah tentang cinta kedua Insan penuh rintang dan lama untuk menunggu, ya kisah Ali dan Fatimah, yang keduanya memiliki perasaan yang sama, namun tak berani untuk mengungkapkanya. yang kedua-duanya, sama-sama menunggu hingga waktu yang cukup lama untuk menunggu. Bahakan setanpun tak tau mengenai perasaan mereka berdua,.dan pada akhinya merekapun di oersatukan dalam keadaan suci nan indah,.. subhanallahkarena cinta itu akan indah pada waktunya, sabaralah untuk menunggu hingga waktu yang sudah ditentukan
27-6-2014
http://insanjiyad1.blogspot.com/

Pertanyaan Imam Ghazali


Pertanyaan Imam Ghazali
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki ) :

Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama sebelum menyesal".

Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."

IMAM GHAZALI" Apa yang paling berat didunia? "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."

Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT (Surah al-Ma'un (4-7). Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "

Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? "
Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA (Surah 2:217). Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri "

"sampaikanlah walau satu ayat"..

Kamis, 26 Juni 2014 | By: Unknown

Perubahan Yang Seakan Sia-Sia



Perubahan Yang Seakan Sia-Sia

Saya fikir, saya bisa membawa perubahan ini kearah yang lebih baik, kenyataanya saya merasa berat untuk mejalankan semua ini.. 
Pemimpin itu memang begitu banyak rintanganya yang harus di jalani….kita tau jalan seseorang tidaklah sama, ada yang lurus bagai tak ada rintangan, ada pula yang berkelok-kelok yang begitu banyak rintangan….kita semua sadar dan tau apa yang kita kerjakan ini, tetunya memang berbuah hal yang positif yak karena itu tujuan yang utama bukan..,..teknik, skill sesorang berbeda beda,,bayangkan jika karakter seseorang di dunia ini sama semua, apa yang terjadii, (baynagkan ya….) Sepertinya aku harus lebih kreatif untuk hal ini..(berfikirr sejenak..?).

Mencintaimu Dalam Kejauhan

Mencintaimu Dalam Kejauhan

Bila belum siap untuk bertemu, cukuplah mencintaimu dalam kejauhan,dalam kediaman, dan dalam kesunyian hati, karena mencintaimu dalam kejauhan sudah memberikan bukti mengenai mencintai, kejauhan memberimu arti dan juga memberiku arti mengenai bagaimana mencintaimu dalam kesulitan dan rintangan, yang memang harus dihadapi,
Kejauhan memberimu, memberiku arti bagaiaman menjaga kesucian, dari cinta yang terlarang, dan dirimu tentu mampu menjaga kesucian dan menjaga hatinya. Karena kejauhan memberimu kemuliaan dalam hal cintamu untuk mencintainya, dengan demikian dirimu mampu menjaga izzah dan iffahmu.
Cinta dalam kejauhan meberimu arti tentang kesetiaan cinta, walaupun kita tidak tau apakah memang sudah ditakdirkan kepada ALLAH SWT untuk bersama
Mencintaimu dalam kejauhan, memberiku harapan yang begitu besar, dan mungkin ALLAH memberikan harapan yang memang benar-benar nyata terhadap kita,.amin, itu yang mungkin memmang kita harap-harapkan pada waktunya yang mungkin memang sudah ditentukan.

"Ya Allah.ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui,janganlah Engkau menyiksaku karena apa yang mereka ucapkan dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka perkirakan..."(Doa Ali ra)